RI PUNYA KONTRIBUSI JIKA PERANG DI IRAN MELETUS

Membaca ulasan kritis Rakaryan Sukarjaputra Kompas Minggu, 1 april 2007 saya tergugah sekedar untuk mengingat2nya disini

Melalui menteri luar negeri Hassan Wirajuda, RI mendukung resolusi 1747 DK PBB mengenai penghentian pengayaan uranium guna pengembangan teknologi nuklir Iran. Diketahui bahwa resolusi ini berkaitan dengan resolusi 1737 yang dikeluarkan sebelumnya. Sikap RI terhadap resolusi 1737 waktu itu abstain. Apakah karena Iran tidak mematuhi resolusi 1737 (padahal sikap RI waktu itu abstain) lalu RI merasa wajib mendukung resolusi 1747? atau karena RI merasa tertekan sehingga muncul sikap RI yang tidak konsisten?

Pada dasarnya negara2 Barat yg dimotori AS tidak percaya bahwa nuklir Iran digunakan untuk tujuan damai, begitu juga sebaliknya Iran pun tidak percaya misi PBB dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menjaga perdamaian di dunia. Pengembangan teknologi nuklir di beberapa negara masih berlanjut seperti India dibantu oleh AS, Inggris yg mengembangkan kekuatan kapal selamnya, dan juga Israel. Iran merasa diperlakukan tidak adil dan menuntut dunia konsisten dalam menghadapi masalah ini

Apakah benar PBB dan masyarakat internasional seolah tidak berdaya menghadapi sepak terjang AS? Sehingga AS begitu ngotot ingin menancapkan pengaruhnya di Timur Tengah setelah meratakan Irak sebagai Polisi Keamanan Dunia.

Mudah2n Iran bener2 konsisten bahwa nuklirnya digunakan hanya untuk mendukung perdamaian dunia. dan mudah2n juga AS tidak membabibuta dalam menghadapi Iran. Dan saya sependapat RI perlu menjelaskan kepada khalayak segala pertimbangan yang digunakan sebagai alasan dan mempertanggungjawabkan keputusannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: